Matius 6:21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.
Dikisahkan
di sebuah desa kecil, ada seorang tukang sepatu. Meskipun kehidupannya
sangat sederhana, tetapi dia tampak santai dan bahagia. Hobinya,
menyanyi. Mulai dari pagi saat mandi, siang hari waktu bekerja, maupun
malam hari, tak henti-hentinya dia menyanyi dengan riang gembira.
Sementara, tak jauh dari rumahnya, tinggal seorang tuan tanah yang kaya.
Akan tetapi meskipun dia memiliki banyak harta, hidupnya tidak bahagia.
Yah, dia selalu merasa ketakutan orang mencuri hartanya. Karena
ketakutannya itu, saat malam hari dia sering tidak bisa tertidur lelap.
Tiap pagi, saat mendengar nyanyian si tukang sepatu, sang tuan tanah
menjadi iri dan sedikit jengkel. “Mengapa tukang sepatu bisa sebahagia
itu, sedangkan aku mau tidur pun sulit. Alangkah baiknya kalau tidur
bisa seperti makanan dan minuman, bisa dibeli dengan uang, maka aku akan
membayar berapapun untuk dapat tidur dengan nyenyak.” Pada suatu hari,
tuan tanah mengundang si tukang sepatu ke rumahnya. “Pak, berapa
pendapatanmu dalam sebulan?” tanyanya. Tukang sepatu sambil tersenyum
menjawab, ”Sebulan? Keseharian saja pendapatanku tidak menentu, kadang
ada, kadang tidak. Setiap hari asal bisa makan sesuap nasi saja, aku
sudah bersyukur.” Dengan penasaran si tuan tanah lanjut bertanya, ”Lho,
bagaimana kamu bisa sebahagia itu?” “Asalkan setiap hari aku bisa
makan, aku sudah puas. Aku tidak banyak berpikir, maka aku tidak perlu
merasa susah,” jawab tukang sepatu. “Aku sangat iri kepadamu dan
menghormatimu. Ini, aku hadiahi satu keping uang emas. Simpanlah
baik-baik, mungkin kelak engkau memerlukannya,” kata tuan tanah seraya
mengangsurkan uangnya kepada si tukang sepatu. Wah, seumur hidup belum
pernah si tukang sepatu melihat uang emas. Bahkan, meskipun sudah
bekerja sangat keras, takkan bisa ia menabung uang sebanyak itu. Maka,
dia pun sangat berterima kasih, dan dengan gembira pulang ke rumahnya.
Sampai di rumah, ia menyimpan uang itu di tempat yang teraman menurut
dirinya. Dan sejak saat itu, keceriaannya mendadak lenyap. Dia tidak
pernah menyanyi lagi, selalu merasa ketakutan bila orang akan mencuri
uangnya. Dia juga selalu mencurigai orang yang mendekatinya dan
berpikir, jangan-jangan orang itu mau mengambil hartanya. Maka, dia pun
tidak lagi bisa tidur dengan nyenyak. Setelah beberapa lama, stresnya
mulai menjadi-jadi. Keceriaannya yang dulu hilang sama sekali. Akhirnya,
karena tidak tahan lagi, dia berlari ke rumah tetangganya, ”Pak, tolong
kembalikan nyanyian dan kebahagiaanku. Ambillah kembali uangmu
ini.”Setelah mengembalikan uang emas itu, si tukang sepatu pun bisa
kembali terlepas dari semua beban. Maka, ia pun kembali bisa menyanyi
dengan riang gembira dan tidur lelap di malam hari.
Matius 6:20
Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat
tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya…….s4mt

Tidak ada komentar:
Posting Komentar