2017-08-19

Raga, Mulut pecah kongsi dengan Hati.



Mulut……..
Otak……….
Hati………..
Raga bernyawa akan bekerja dan berkarya.

Mata……..
Otak bertempur dengan Hati….
Ohh….otak perkasa taklukkan hati bagi pecandu dunia.
Ohh…..otak terkulai oleh keinginan hampa.
Ohh….. hati tersedu oleh penakluk waktu.
Waktu…..waktu …. Berlalu melindas mereka yang tak beruntung.
Raga dan hati berhasrat bersua……
Ternyata sang penakluk waktu pergi bersamanya.
Waktu yang telah pergi menjauh…
Menjauhi bayangan hati yang selalu mengusik raga…
Oh…raga terkurung dalam pusara norma….
Oh hati yang terus mengembara….

Cahaya fajar yang menyingsing cerah…..
Membakar raga yang sudah rapuh………
Fajar menyingsing membawa mengembara….
Mengembara dekat  pada hati penakluk waktu…
Oh….waktu…..
Waktu ke dua tak sepanjang waktu perdana…
Waktu berlalu meskipun seutuh daya raga….
Oh… penakluk waktu…..
Raga berlayar dengan sang hati…
Oh…mulut….
Tertumpah sejuta keindahan darimu….
Hati tertumpu pada mulut  penakluk waktu….
Raga, hati dan otak mendahului mulut berburu sang waktu….
Oh waktu…
Engkau berlalu dengan raga ke persembunyianmu….
Bersembunyi dibalik mulut dan pemikiranmu…….
Hati….oh hati…meninggalkan mulut dan pemikiran mu….
Hati tertinggal jauh dari mulut dan ragamu..
Hati tertinggal jauh dari mulut dan otakmu….
Untuk norma….
Hati terkubur…..raga, mulut dan otak berlayar jauh.
Jauh….jauh…jauh…entah kapan mereka bersatu.
Bersatulah hai ragam jiwa manusia.
Manusia utuh karya mulia sang Khalik. (20082017)

Rome, 932. Golden Boutique Hotel, Jlan Angkasa Jakarta.