Makna
Cinta Kasih
Kenyataan hidup berkata,
Cinta
kasih dan keajaiban memiliki persamaan besar.
Keduanya
memperkaya jiwa dan mencerahkan hati
Membangkitkan semangat, gairah pada jiwa maupun raga
Begitulah
cinta kasih, terlihat dan terasa
ketika
ia terurai menjadi
sebuah perbuatan.
Ukuran
integritas cinta kasih adalah
ketika
ia bersemi dalam hati… terpatri di dada, lalu
terkembang
dalam kata… terpancar pada rona
terurai
dalam perbuatan dan hidup.
Cinta kasih
terasa
kadang kala merupakan sebuah keajaiban.
Namun
tak jarang keajaiban
kadang kala justru hanya sebuah ilusi
“Ketika
kekuatan akan cinta kasih melebihi
kecintaan akan kekuasaan,
Maka
kehidupan nyata
dunia kita pun menemukan kedamaian,
Cinta
kasih adalah
tamu hati kita
yang
kadang kala
datang tanpa undangan,
namun
kepergiannya juga tidak pernah
diharapkan.
Dan
sesungguhnya hati, relung hati yang hampa
Tak jarang akan merasa memiliki cinta kasih
ada
Sesaat ketika
cinta itu telah pergi meninggalkannya
Mengingat
cinta kasih, pautan hati dimasa lalu Terkadang membawa rasa bahagia semu, namun berujung
hanya menambah kita menderita, kepedihan hati, dan perasaan bersalah,
dan akan berhenti hingga kita mampu dan menang berhenti mengingat masa lalu
menjadikannya harta pusaka, warisan pengalaman berharga,
bagi mereka yang memerlukannya,
hingga kita menerima dan menemukan cinta kita sejati dan nyata.
“Ketahuilah,
pahamilah hai hati yang terpaut akan masa lalu
hal-hal
terindah di dunia ini, hal terbaik menurut raga
terkadang tak dapat terlihat dalam
pandangan mata
atau
teraba dengan sentuhan tangan dan indera;
mereka
semuanya
hanya bisa terasakan dengan hati nurani yang tulus.
Jauh dari ketamakan dunia, jauh dari lobanya kemewahan
Jauh dari kesenjangan yang mereka kejar, tampilkan dan
pamerkan
Jauh dari kemolekan polesan para seniman dan gemerlapnya
pesta
Tapi selayaknya, cinta kasih bicara nurani dan asa.
Rasa dan tenggangnya akan mereka yang teraniaya
Oleh kejamnya kota dan fantasinya
Jika
rumput dapat tumbuh melalui semen, batu dan kerabatnya
Cinta kasih
pun
dapat ditemukan pada setiap
saat dalam hidup kita
Kita
tidak dapat memperoleh pikiran yang damai
kecuali
kita dapat berhubungan dengan
Sumber kedamaian
Sumber kedamaian
Dia
yang ada di dalam diri kita.
Damai yang kita miliki dalam diri kita,
cinta kasih milik kita
Kesengsaraan muncul dan menjelma ketika berdusta
dan jika kita mencarinya di luar diri kita,
Sesungguhnya satu dusta melahirkan banyak dusta baru,
Ia akan berkembang sesuai dengan keinginan kita
menutupinya.
Cinta kasih yang melahirkan damai dan bahagia.........
Sesungguhnya kita tidak akan pernah menemukannya.
Kecewa,……
kecewa dan menderita.
Buang
rasa itu, temui sumber bahagia kita,
Selalu
setia dalam janjiNya
Dia
hanya sejauh Doa,
Dia
diam di dalam hati kita,
Asal
saja kita mau menerimaNya.
Bahagia….
Senang dan sentosa bersamaNya.
Selama
di dunia dan ketika di alam baka.
Bukankah kehidupan dunia ini terlalu singkat
Jika dibandingkan dengan kehidupan kelak di sana
Cinta Kasih adalah jembatannya
Yang dapat menyelaraskan keduanya.
Keduanya akan menjadi milik anda dan saya, hanya karena
anugerahNya.
Bojongsari Depok,
25 Juli 2013
St. Sarmulia Sinaga,S.T.,M.T.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar