2015-06-09

Menyembah Tuhan atau Membawa tuhan

Menyembah Tuhan atau Membawa tuhan
Kisah di negeri antah berantah...........

Menjalani hari-hari dalam kehidupan di negeri ini, kerap kali mereka yang mengaku anak-anak Tuhan, mereka yang mengaku pengikut Kristus terlalu larut dengan berbagai aktifitas keseharian mereka, sehingga akhirnya mereka lupa atau melalaikan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai orang percaya yang diutus di negeri ini. Untuk menyatakan kebenaran di dalam nama Yesus Kristus baik dalam perkataan, tingkah laku dan pemikiran sangat susah mereka lakukan. Konsentrasi pemikiran, perkataan dan sikap perlakuan mereka lebih tertuju pada pekerjaan atau aktifitas rutin lain, yang bertujuan untuk memenuhi keinginan  hati,  seakan-akan kehidupan kesehariannya terpisah dari apa yang disebut dengan perkataan IBADAH. Sehingga , pemikiran, perkataan dan sikap perlakuan  jauh dari memuji Tuhan dan menyampaikan kabar keselamatan kepada banyak banyak orang yang belum percaya serta beriman pada Yesus. Mulutnya mengaku memuji dan memuliakan Tuhan, namun penampilan, pola pikir dan perkataan selanjutnya membentuk kasta dan bahkan kadang membuat ketidakadilan, merendahkan orang lain dan merampas kemuliaan Tuhan.

Dalam perlakuan, pemikiran dan gagasan yang lain, kehidupan pada sisi yang berbeda, sejumlah mereka yang menamakan dirinya anak-anak Tuhan tanpa sadar menghadirkan pergumulan hidup karena besarnya keinginan hati untuk dipandang dan disanjung orang lain. Tidak sedikit membangun awan kepalsuan dalam kehidupannya, sehingga matahari pun susah menembus dan menyinari bumi hatinya yang lembab oleh keinginan daging. Implikasi kehidupannya biasanya dengan karakter atau sikap dan tampilan tertentu, mereka berupaya untuk bisa tampil paling depan atau paling mendominasi keadaan, dan banyak paling berikutnya  sehingga mampu mengundang perhatian atau kekaguman banyak orang, meskipun itu semua semu dan melukakan hati Tuhan. Bahkan tak sedikit diantara mereka yang mengaku  anak-anak Tuhan juga aktif menciptakan image baik tentang diri mereka, meskipun mereka tahu dan sadar kalau tindakan mereka itu secara iman tidak membawa makna apapun bagi diri mereka, serta tidak bertujuan untuk memuliakan nama Tuhan, namun merampas kemuliaan Tuhan. Dalam kehidupan ini, menggantungkan kebenaran Firman Tuhan di tempat lain seolah-olah itu semua tidak berhubungan dengan kehidupan keseharian mereka. Ibadah terpisah dari kehidupan. Motivasi mereka hanyalah mencari dan mengejar kepuasan serta kesenangan diri semata. Dalam hal ini, kepuasan yang mereka cari adalah pemenuhan materi, kekuasaan, kemuliaan dunia dan sangat bangga apabila orang lain memberikan pujian atau melihat hidup mereka baik, mendekati sempurna menurut duniawi, bukan menurut Firman Tuhan.
Perbuatan dan tindakan sebagai refleksi pemikiran dan luapan hati  yang dihadirkan oleh sejumlah mereka yang mengaku sebagai anak-anak Tuhan itu, bukan agar orang lain memuji Tuhan, bukan agar orang lain mengenal kasih Tuhan melalui tindakan dan sikap mereka, bukan agar orang lain merasa damai untuk memuji Tuhan, melainkan menjalankan keinginan yang ada dalam pemikirannya, mempertontonkan kekuatan dirinya serta kelompoknya, sehingga perintah-perintah Tuhan jauh dari yang seharusnya. Apakah orang lain yang belum mengenal Kristus akan melakukan pertobatan dengan kondisi ini? Kiranya Roh Kudus Tuhan bekerja di hati kita semua.

Pada perjalanan hidup ini, ketika semuanya itu terjadi, apakah keselamatan yang ada di dalam Yesus Kristus yang mereka cari, yang mereka ingat, dan yang mereka nyatakan dalam realita kehidupan ini? Tentu tidak. Mereka justru mencari nama diantara sesama manusia dengan meperalat nama Tuhan. Mempergunakan nama Tuhan Allah untuk kepentingan misinya, seperti ular itu ketika mempengaruhi Hawa, seperti ular itu ketika mempengaruhi dan menggoda Yesus ketika selesai berpuasa. Hal mendasar yang berbeda pada kedua kasus ini adalah, Hawa masih terus mau berdebat tentang Firman Allah dengan ular itu, mendengarkan perkataan ular itu yang dia sudah tau salah dan bertentangan dengan Firman yang sebenarnya.Terjadi pertarungan hebat pada diri Hawa, menurut Kejadian 3:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya. Ternyata Hawa mengikuti apa yang dikatakan ular itu dan meragukan Firman Tuhan, terjadilah dosa yang pertama. Hawa juga membagikan dosanya buat suaminya. Beda halnya dengan kondisi Yesus ketika itu,  Yesus menjawab ular itu dengan Firman dan mengusirnya, kataNya pada Matius 4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti! . Ternyata dua kondisi ini mengajarkan saya dan anda betapa pentingnya memahami Firman Tuhan, mengingatNya dan melakukanNya. Mari kita jadikan Firman Tuhan menjadi “Manual Book” untuk kehidupan kita.  Kita melakukanNya buat Tuhan, bukan untuk kemuliaan diri sendiri, jangan sampai ada keinginan untuk mencuri kemuliaan Tuhan seperti Hawa saat itu. Mari kita tinggalkan sikap dan perilaku yang  hanya ingin mencari status di hadapan manusia, bukan di hadapan Tuhan. Marilah kita berani bertindak sesuai dengan apa yang tertulis pada Matius  5:37 Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.
Ingin terkenal dan dikenal banyak orang, itu boleh-boleh saja. Akan tetapi bukankah lebih baik kalau kita dikenal Tuhan sebagai pekerja di ladangNya atau sebagai bagian dari anak-anakNya? Padahal sama-sama kita ketahui, berkilau di hadapan manusia, ada batas waktunya. Sedangkan hidup yang berkilau di mata Tuhan, akan membawa kita pada kehidupan kekal di Sorga. Faktanya memang demikian. Satu kesalahan kecil akan membuat semua prestasi dan kebaikkan yang pernah dilakukan, akan segera hilang dari ingatan manusia, bahkan terkadang, sulit untuk membuat diri kita bersinar kembali. Perbedaan dapat kita temui apabila kita berada di jalan Tuhan. Sebuah penyesalan yang diikuti dengan pertobatan, akan membuat nama kita diingat dan dikenal Tuhan, karena kasihNya pada kita.
Indah, sungguh teramat indah, apabila Tuhan berkenan kepada kita dan menyebut nama kita semua sebagai : "anak-anak yang dikasihiNya." Firman Tuhan dalam Matius 6 : 33 mengatakan :
“Carilah dahulu Kerajaan Allah serta kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”  Melalui FirmanNya, Tuhan sudah mengingatkan kita, apabila kita ingin mendapatkan segala sesuatu seperti yang kita inginkan, maka, carilah Tuhan terlebih dahulu dan temukan kebenaran yang nyata ada padaNya, sebab bila kita melakukannya, Tuhan akan memberikan kita kelimpahan, bahkan secara lebih... (akan ditambahkan kepadamu...). Kesuksesan, ketenaran, kekayaan, dan umur panjang, akan Tuhan berikan asalkan kita memegang teguh iman percaya kita padaNya, meyakini adanya hadirat Tuhan dengan sikap setia, serta bersungguh-sungguh menjalankan segenap perintah-perintahNya. Jangan salah kaprah...! Bukan manusia yang menentukan kita masuk Sorga atau tidak, tapi Tuhan yang empunya kuasa. Oleh sebab itu, janganlah kita menyia-nyiakan hidup kita hanya karena kita memiliki besar keinginan didalam hati, yaitu lebih mementingkan pemenuhan kebutuhan harta kekayaan duniawi dibandingkan pemenuhan kesegaran iman kita kepada Tuhan, atau karena lebih memiliki besar keinginan, agar banyak orang selalu mengingat dan mengenal kita.
Ingatlah, segala sesuatu yang terlihat baik di mata manusia, bukan berarti terlihat baik pula di hadapan Tuhan. Oleh sebab itu, mari kita jadikan sabda Tuhan yang ada dalam Alkitab menjadi “Manual Book” dari kehidupan kita, agar berkenan bagiNya.  Marilah kita berlomba-lomba mencari Tuhan beserta kebenarannya, karena itulah yang Tuhan kehendaki agar kita lakukan. Kita telah ditebus dan diselamatkanNya, dikasihiNya. Jika kita mau jujur dan sadar, IA telah memberikan kelimpahan hidup pada kita, dampak yang benar, kita harus setia padaNya.

Marilah kita beribadah, hidup sesuai dengan “Manual Book” kehidupan kita, sehingga semua pada porsinya yang benar. Kita akan hidup dalam hadirat Tuhan, kita akan menyembah Tuhan dengan baik dan benar, bukan justru menbawa tuhan yang kita ciptakan sendiri. Banyak yang menjadikan uang sebagai tuhannya, material dan fasilitas sebagai tuhannya, kekuasaan sebagai tuhannya..... sehingga meninggalkan sabda dari Tuhan.  Semoga bermanfaat.........HORAS.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar