Berbagi duka dan kesenangan mengarungi bahtera kehidupan.
Karena dalam rintik lembut embun pagi sebelum sang penguasa
siang bertahta, hati manusia menghirup fajar yang terbangun dan kesegaran
gairah kehidupan.
Sahabat adalah ruang pemenuhan kebutuhan jiwa.
Sahabat sesungguhnya adalah ladang hati, yang seharusnya ditaburi
dengan kasih dan dituai dengan penuh rasa terima kasih.
Sahabat adalah naungan sejuk bagi keteduhan hati, dan Api
unggun kehangatan jiwa, karena akan dihampiri kala hati gersang kelaparan dan
sengsara dan dicari saat jiwa mendamba kedamaian menyiraminya.
Ketika ia menyampaikan ide dan pendapat, kalbu tak kuasa
menghadang kekuatan makna dengan bisikan kata “tidak”, dan tak pernah khawatir
untuk menyembunyikan sebuah kebajikan dan kebenaran dengan kata “ya”
Bilamana sahabat terdiam tanpa kata-kata, hati senantiasa mencari rahasianya
Dalam persahabatan yang tanpa kata, segala fikiran,
hati, hasrat, dan keinginan terangkum bersama, menyimpan keutuhan dengan
kegembiraan yang tiada terkirakan.
Ketika tiba saat perpisahan janganlah ada duka, sebab yang
paling kau kasihi dalam dirinya, mungkin akan nampak lebih cemerlang dari
kejauhan.
Seperti gunung yang nampak lebih agung dari padang dan
ngarai.
Lenyapkan maksud lain yang tidak benar,murnikan jiwa
dan bebaskan hati, jangan melawan kata hati dari persahabatan kecuali
saling memperkaya roh kejiwaan.
Karena cinta berpamrih yang mencari sesuatu di luar
jangkauan misterinya, bukanlah cinta, tetapi sebuah jaring yang
ditebarkan ke udara hanya menangkap kekosongan semata
Tidak ada komentar:
Posting Komentar